Tags

, ,


Human Resource Department

Kalau mendengar istilah diatas; sudah pasti tidak asing lagi ditelinga para buruh/karyawan. Dimana seorang HRD adalah sebagai perwakilan perusahaan yang ditugaskan untuk membenahi/menata dan membuat System ketergantungan saling menguntungkan; mungkin bisa disebut sebagai simbiosis mutualisme; Loh kok seperti pelajaran biologi, apa buruh/karyawan dan pengusaha/perusahaan dianggap sebagai parasit? Gak,,,gak; gak gitu juga kali. Itu Cuma kiasan saja, karena tidak semua HRD itu baik, bukan? Pasti ada HRD yang nakal. Mangkanya saya sebut istilah tsb.

Sebenarnya menjadi seorang HRD itu tidak gampang; karena seorang HRD ada mempunyai 2 (dua) kepentingan diantara para karyawan dan pengusahan.

 Kalau saya pikir-pikir….(sambil mikir,,,hehehehe); HRD itu saya klasifikasi menjadi dua, begini nih;

1). HRD yang disenangi oleh Para Buruh/Karyawan, TAPI HRD tsb dibenci oleh sang Juragan/Pengusaha/Atasan.

 Loh kok bisa; yach pasti bisalah; penjabarannya gini loh Mas;

Sang Juragan pengusaha/Atasan akan lebih hati-hati mengeluarkan aturan/statement diperusahaannya/kantornya karena dikantornya ada HRD yang paham dengan aturan/Regulasi sesuai kaplingnya. Disamping para buruh/karyawan akan nyaman bekerja diperusahaan tsb, karena aspirasi mereka ditampung dan semua hak-hak mereka mendapat porsi yang sesuai dengan kaidah aturan/norma-norma yang ada, kasarnya yach sesuai dengan aturan pak menteri tenaga kerja dan aturan-2 pendukung lainnya. CUMA,,,ini nih CUMA ada kendalanya, Posisi si HRD tadi malah tidak Aman dan nyaman, karena otomatis para Atasan dan Juragan yang punya perusahaan bakalan tidak suka, apalagi kalau punya juragan perusahaan yang pelitnya super medit, gak mau bayar Over Time bin Lembur, gak mau kasih inilah,,gak mau kasih itulah yang jelas-2 sudah ada aturan mainnya di Literatur dari peraturan dari pak menteri tenaga kerja. Bisa-bisa sang Juragan perusahaan malah cari cara untuk mencari pengganti HRD tsb, yach tentunya HRD baru yang sesuai dengan Selera sang Juragan perusahaan yang bisa dijadikan remote control (kayak mainan aja, hehehehe)

 2). HRD yang disenangi oleh para Atasan/Sang Juragan perusahaan, TAPI HRD tsb dibenci oleh para buruh/karyawan.

 Nah, kalo yang ini malah kebalikannya; alias kebalikan dari HRD yang diatas.

Penjabarannya seperti ini; si HRD pasti cuek bebek (bukan motor bebek, loh; hehehe) karena si HRD lebih ngikut omongan sang Atasan/Juragan perusahaan; kalo sang Juragan perusahaan gak mau bayar Bayar Over Time bin Lembur untuk para buruh/karyawan, yach si HRD pasti akan menggunakan segala cara dan ilmunya untuk memenuhi keinginan sang juragan perusahaan tsb. Nah belum lagi hak-hak karyawan yang seharusnya dipenuhi dan harus disediakan oleh perusahaan, tapi karena si HRD td sudah kadong pake ilmu ABS (bukan Air Brake System, loh,,,,) tapi ASAL BAPAK/BOS SENANG, hehehehe! Pasti hancur dah itu management perusahaan dan karyawan, Turn Over pasti banyak; Suasana kantor sudah gak enak dan gak nyaman. Para buruh/karyawan sudah bisa dipastikan bekerja ala kadarnya sembari mendapat panggilan dari perusahan yang lainnya.

 Seorang HRD itu harus pinter berkomunikasi dengan Atasan/Juragan perusahaan dan juga ke para buruh/Karyawan, tapi bukan Pinter-pinter alias Penjilat, yach? Terkadang si HRD malah menjilat ke Karyawan hanya untuk menyenangkan sang buruh/karyawan, namun dibelakang malah gimana gitu,,,Capek dech…….dan sebaliknya, Ampyuuuun dah…….

Kalau bisa berharap sih; pinginnya semua pihak, baik buruh/karyawan dan pengusaha harus ngerti juga sih dengan kondisi dan keadaan si HRD; karena Ibarat buah Simalakama, mau pro ke buruh/karyawan salah,,,,,mau pro ke perusahaan juga salah….

Artinya si HRD harus bisa menjadi jembatan diantara keduanya dan bisa mencari solusi untuk kedua kubu/pihak tsb….yach bahasa kampungya “win win solution and take and give by each other”

Mohon maaf kalo ada Mas/Mbak HRD yg lg mbaca Artikel ini, bukan mau menyalahkan kok; Cuma mau mempertegas saja bahwa setidaknya kita sebagai HRD juga merupakan sebagai buruh/karyawan; yang hanya saja tingkat status kita sedikit diatas mereka karena kita para HRD merupakan perpanjangan perusahaan.

Bravo HRD (Hidup Rempong Diomelin)

Wasalam,

SAR