Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Semua Pada NAIK…….

Gak di Televisi,,,,Gak di Koran-koran; Isi beritanya hampir sama semua; apa para wartawannya kompak yang bikin cerita atau emang kejadiannya yang memang sudah gila. Berita apalagi kalau bukan harga minyak goreng yang naik,,,,,,,trus TDL alias Tarif Dasar Listrik juga akan dinaikkan, Gila bener…! Perasaan dari tahun ketahun naik melulu,,,gak pernah ada berita yang isinya harga barang pada turun,,,harga minyak turun,,,tarif listrik turun; gak adalah,,,Pusing jadinya; Belum lagi dengan adanya usulan dan persetujuan dari Menkeu alias Mentri Keuangan, bahwa mereka setuju dengan penghapusan BBM bersubsidi alias penghapusan Premium/Bensin untuk wilayah Jakarta, Tambah gila lagi, kan? Tau sendiri harga Pertamax berapa per Liternya dan Harga Bensin berapa per Liternya….! Coba kalau mau buat Gebrakan itu yang bikin Wow gitu gimana, Pertamax harga Premium kan bagus; Bener apa Bener???.

Kalau buat Pak Pejabat mah gak apa-apa alias no problemo bin ora opo-opo, lah ini buat maysarakat yang berasal dari berbagai macam strata menengah kebawah; kan tambah mengurangi angka kemiskinan alias membuat rakyat miskin banyak yang mati saking stress dengan biaya hidup yang semakin tinggi. Gimana sih bapa-bapak pejabat / dewan yang katanya terhormat disana?.

Naik terus dari tahun ketahun,,,gak pernah dengar berita ada yang turun tuh tentang harga barang….Jadi teringat dengan salah seorang karyawan saya,,,Hmm, Lebih tepatnya seorang teman yang bernama Irwan, yang bergelar Tuanku Rajo Angek,,hehehehe; yang memegang kendali dan Jabatan Paling tinggi saat itu ditempat kami bekerja,,,Orangnya sangat Gagah bana cocok dengan jabatannya yg tinggi, karena tempatnya bekerja diatas Menara Rig alias sebagai Derrickman,,,,,,hahahahaha.

Irwan, temanku tersebut sempat berujar begini…”Ndua, awak tiok hari mamBor Minyak jo Paneh Bumi, tapi Urang rumah mbali minyak se masih susah, antri pulo jo maha ragonyo, mbaia listrik kini maha, acok mati pulo lampu’e” yang artinya lebih kurang dikit seperti ini…”Ndua = Mandor, kita tiap hari ngebor minyak sama panas bumi, tapi istri dirumah beli minyak  saja masih susah, pakai Antri dan mahal lagi harganya; bayar listrik juga mahal dan sering mati juga lampunya”. Mudah-2an dia (irwan) masih ingat dengan kalimat tersebut,,,hahahaha (Memori 2008, PT. Century Dinamik Drilling; Rig#14 – Drajat-Garut, Jawa Barat). Ingat kenangan lama Drajat nan Mantaf,,,,dimana Neng Geulisnya ramah tamah dan Manis bin cakep; Apalagi teringat dengan Rig Manager Bule Larry Isbell yang dulu pernah saya usir di Base Camp saat Last Moving Rig; rewel bener tuh mulut bule, tapi maklumlah namanya juga bule sudah tua dan uzur,,,,hahahahaha. Pokoknya Drajat mah Mantaf pisan euy; apalagi dulu saya masih berprofesi ganda alias double jobs; ngurusi Century Rig#14 Plus ngurusi Kharisma Citatunggal (bongkar rahasia dah,,,,kan projectnya dah habis,,,,,,hahahaha) bersama Pak Asep Ruskanda Ranawijaya alias Kang “cepot” Asep; Kumaha Pak Asep, pasti masih inget lah,,,,hahahahaha

Memang kalo dipikir-pikir,,,,,,,(sambil mikir,,,dan tangan dijidat,,,,,,,hahahaha); Smua orang pasti sudah tau kalau di Indonesia itu kaya dengan Sumber Energi, khususnya Minyak, Gas dan Panas Bumi. Tapi kenyataannya kok kelihatannya miskin ya? Sangat,,,Sangat dan amat miskin, gak Percaya? Coba lihat kehidupan sehari-hari dan update terbaru dari siaran televisi dan koran-koran yang ada; dimana Harga minyak goreng saja naik,,,tarif dasar listrik saja naik,,,harga tabung gas/elpiji saja naik; bener apa bener? Pasti bingung dan apa hubungannya? Kok malah bingung,,,,jangan pakai bingung,,,!

Gini loh Mas,,,Mbak;

Dari Sabang sampai Merauke,,,,smua sudah tau kalau disana banyak berjejer Perusahaan Pengeboran; Apakah mereka melakukan Pemboran Minyak, Pemboran Gas dan melakukan Pemboran Panas Bumi, baik itu di Darat (on shore) maupun lepas pantai (off shore), hampir tiap detik, menit dan hari demi hari terus saja ngebor; Nah pertanyaannya adalah, Kalo dari sabang sampe merauke itu perusahaan melakukan pengeboran, Hasilnya itu kemana? Dan bagaimana? Gak mungkin toh gak ada hasil, kalaupun gak ada hasil palingan berapa per berapa persen saja prosentasenya dan gak sebanding dengan wilayah/areal Pemboran yang ada di Indonesia.

Nah, dari situ kan sudah kelihatan lucu bin aneh plus ajaib bener, bisa-bisanya Harga minyak goreng naik; Tarif dasar listrik naik plus sering mati lagi listriknya, harga tabung gas/elpiji juga naik; sementara teman-teman seperjuangan (Drilling Crew) pada sibuk dengan urusannya yang tiap detik ke detik hari ke hari di lokasi Pemboran,,,mana nyawa lagi tantangannya……

Pemerintah itu melihat gak sih,,,,mereka mendengar gak sih? Jawaban sementara adalah TIDAK, mereka tidak pernah melihat,,,mereka tidak pernah mendengar; mana mau mereka melihat dan memikirkan orang Lapangan seperti kita, Khususnya pada Drilling Crew; mereka hanya terfokus pada produksinya saja tanpa mengkaji siapa yang telah berbuat dan menghasilkan produksi tersebut.

Pastilah,,,Jika ada yang baca kalimat-kalimat jelek saya ini yang tidak sepaham,,,yang tidak pernah tau dan merasakan bagaimana kerasnya bekerja di Dunia Pemboran, mereka akan ngomong gini…”Jadi maksud Loe/Anda apa? Maunya gimana? Kalo kerja ya kerja saja jangan protes mulu,,,,,,,”

Kalaupun ada yang ngomong seperti itu, saya Cuma bisa ngomong kira-kira gini…”Seharusnya Pemerintah itu Matanya Melek,,,Telinganya dikorek, Lihat dan Dengar tuh orang-orang Pekerja Rig sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar bagi indonesia, bukannya dijadikan sapi perah. Coba gaji mereka disesuaikan dengan anggaran/budget yang ada pada BPH Migas,,,,,,,,,(Sorry Bro, bagi yang tidak tau dan tidak pernah kerja di dunia Pemboran, Bukan berarti Gaji kita/teman-2 Pekerja Rig itu kecil, tapi sangat tidak imbang dengan Hasil yang didapat; Emang sih kalo dibanding dengan perusahaan non migas, gaji orang-orang drilling masih tetep nomor satu,,, alias tinggi; hahahahaha; Bravo Drilling Crew).

Maaf,,,,Maaf, bukan bermaksud memprovokasi alias mengKompor-Kompori, namun itu emang realita yang ada; realitas kehidupan sang pengebor minyak. Dulu ditahun 2007, kira-kira segitu deh; saya pernah diajak oleh Senior Plus sebagai guru saya (Yusra Arwan Sinaga, SH alias Pak Sinaga atau Pak Naga; pasti ada yang kenal, kan….?) untuk membuat suatu Asosiasi Pekerja Rig/Pemboran, yang bertujuan untuk menaungi para pekerja rig plus sebagai penyedia tenaga kerja khusus wilayah indonesia dan luar negri; namun cita-cita tersebut terhalang dan gak kesampaian sampe sekarang, yah tau sendirilah; itu butuh biaya, tenaga dan berbagai macam lain-lainnya; Mudah-mudahan suatu saat nanti akan ada suatu wadah bagi para pekerja rig, agar dapat lebih mensejahterakan kehidupan keluarga mereka,,,yah gak usah muluk-muluk deh,,,kalo bisa dapat uang pensiun seperti PNS saja juga sudah ok,,,kalau ditambah yang lebih bagus lagi juga gak masalah,,,heheehe.

rig03

Khusus for all my Drilling Crew; Bismillah saja dalam melakukan aktivitas, Bekerja sambil ber-Amal; Insya Allah pasti ada Pahalanya Plus hitung-hitung bisa jalan-jalan ke kampung orang; Dari satu Propinsi ke Propinsi lain,,,,dari Negara satu ke belahan Negara lain, ala paket gratis yang semua biayanya ditanggung oleh perusahaan; Dimana suatu saat pengalaman-pengalaman kerja kita tersebut bisa dijadikan bahan cerita untuk anak cucu kita kelak.

 Wasalam, @SAR279