Tags

, , , , , , , , , ,


Carilah Ilmu Sampai ke Negri China……istilah/pepatah tersebut mungkin tidak asing lagi di Telinga kita. Trus kira-kira artinya apa ya? Apakah kita disuruh ke China untuk Belajar, jauh donk plus berat di ongkos, hehehehe….

Ilmu pengetahuan adalah sesuatu hal yang tidak lekang oleh waktu,,,dari masa ke masa selalu ada perubahan atas ilmu tersebut, dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Ilmu pengetahuan yang baik selalu bermanfaat bagi diri pribadi dan orang di sekeliling kita.

download

Program pemerintah atas Wajib Belajar 9 Tahun memang sangat bagus, namun lebih bagus lagi jika pemerintah melihat lebih dalam apa dan bagaimana agar masyarakatnya dapat mengenyam pendidikan Wajib 9 Tahun tersebut; Baik itu dari segi biaya pendidikan, iuran resmi dan tidak resmi, biaya buku ini dan itu, masih banyak lagi permasalahannya; bukankah di Indonesia sendiri terdapat berbagai macam strata sosial yang beragam, dari kalangan bawah sampai dengan kalangan super mewah.

Untuk kalangan super mewah, bagi mereka tidak ada masalah dengan biaya; bahkan mereka selaku orang tua selalu berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah yang super mewah alias yang berbiaya mahal setinggi langit dengan alasan bahwa mutu pelajaran sekolahnya lebih unggul bila dibandingkan dengan sekolah lainnya. Nah bagaimana dengan kalangan yang tidak mampu, para orang tua palingan memasukkan anaknya disekolah biasa yang dengan harapan anaknya dapat belajar dengan baik dan dengan biaya serendah mungkin karena faktor ekonomi salah satunya, yah begitulah roda kehidupan dunia kita, Indonesia.

Sekolah Dasar yang ditempuh selama 6 Tahun,,,itupun kalo gak ada tinggal kelas, trus 3 Tahun untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama,,,,dan terus lanjut ke jenjang lebih tinggi lagi Sekolah Menengah Atas/Umum dengan 3 Tahun lamanya, Jadi; Kalo dipikir-pikir Program pemerintah Wajib Belajar 9 Tahun tersebut masih ketinggalan zaman donk, bener gak? Coba dihitung lagi…6 Tahun SD + 3 Tahun SMP + 3 Tahun SMA/SMU = 12 Tahun, Bener kan? Apa saya yang salah hitung atau saya yang salah mengartikan program pemerintah atas Wajib Belajar 9 Tahun tsb yang secara kasarnya Pemerintah hanya meng-Inginkan agar warganya sekolah sampai dengan SMP saja wajibnya, Gimana? Bener apa Bener kalau dengan Perhitungan tersebut?

Biarlah para Cendikiawan dan para orang Pinter-pinter saja yang dapat mengartikan dan menafsirkan hal tersebut diatas,,,Ok; kembali ke SMA/SMU, setelah tamat; Lanjut lagi ke Perguruan Tinggi alias Kuliah, dengan lama pendidikan 3 atau 3,5 Tahun palingan Super Cepat dan paling pinter tuh anaknya kalau ada yang bisa menamatkan kuliah dengan waktu secepat itu, sedangkan Average alias rata-rata normalnya palingan 4 Tahun,,,,dan yang paling lama adalah gak tamat-tamat alias Mahasiswa Abadi, hahahaha.

Setelah tamat dari perguruan tinggi, masalah yang timbul datang lagi; apalagi kalau bukan susahnya mencari kerja. Kalau tidak ada nilai Plus, Relasi dan Kompetensi; gak bakalan mulus dah dapat kerjanya, apalagi dengan perkembangan zaman yang semakin gila, belum lagi dengan persaingan usaha; Komplitlah semua penderitaan yang akan dihadapi nanti. Kita mungkin bangga dengan Ijajah Kuliah kita sebagai Sarjana alias S.1 tetapi diluar sana ternyata lebih banyak para sarjana yang menganggur alias belum mendapatkan pekerjaan, yah mungkin sebagian dari mereka masih gengsi untuk menerima tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan latar belakang Sarjana mereka, trus sebagian lagi mungkin terlalu sibuk dengan persaingan antara sesama Sarjana-sarjana lainnya.

anak kuliah

Kalau zaman dulu mungkin Seorang Sarjana akan menjadi kebanggaan bagi para orang tua,,,namun untuk zaman sekarang mungkin harus dipikir kembali rasa kebanggaan tersebut, karena saya pribadi melihat secara real di kehidupan nyata bahwa Tamatan Sarjana sekarang tidak ubahnya sama dengan Tamatan Sekolah Menengah Atas/SMA. Jika hanya mengandalakan Ijajah Sarjana tanpa mempunya nilai Tambah; Sebut saja Bahasa Inggris (wajib kudu musti harus bisa), Kursus Komputer (harus bisa dan tau) dan Kursus-kursus lainnya atau Sertifikasi Profesi serta ditambah adanya relasi atau kenalan; Tanpa ada nilai Plus tersebut sangat amat susah untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan. Gak percaya??? Tidak masalah, karena itu hak anda, namun setidaknya kita menyadari apa yang terjadi atas diri kita,,,hal yang sebenarnya, yang tidak bisa kita tutup-tutupi keberadaannya.

Lah terus bagaimana? Jika saya seorang Sarjana dan tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi (baca; S.2) karena keterbatasan biaya misalnya? Gak usah terlalu pusing, intinya adalah kita harus pinter-pinter, kalau Cuma pinter saja nanti bakalan keblinger. Caranya adalah ambil kursus-kursus atau sertifikasi yang sesuai dengan pekerjaan yang akan kita inginkan. Misal; Jika anda Seorang Sarjana Ekonomi/Accounting; anda bisa mengambil Sertifikasi Profesi seperti CPA (Certified Profesional Accounting), CFP (Certified Finacial Planer) dan sebagainya. Begitu pula jika anda seorang Sarjana Hukum, anda bisa mengambil Sertifikasi Sumber Daya Manusia (Baca; HRD) jika anda mau berprofesi dibidang swasta. Masih banyak lagi Sertifikasi Profesi dan Training-training yang berkaitan dengan pekerjaan yang kita inginkan, dimana sertifikasi/training-training tersebut akan memberikan nilai tambah bagi kita, Masih gak percaya? Coba aja cari di Mbah Google…..! Masih gak percaya juga? Ya udah berhenti aja dah jadi Manusia,,,,,susah amat dikasih pencerahan.

Kalau semua sudah di ikuti, cobalah mulai mendapatkan pekerjaan baru; namun perlu di ingat bahwa untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan plus gaji yang di dambakan, tidak mudah segampang membalik telapak tangan; semua butuh proses,,karena yang menilai bagus tidaknya kita itu bukan kita sendiri melainkan orang lain, yaitu teman sekerja dan para atasan; jikalah kita dirasa mampu dan mempunyai nilai yang lebih; maka keinginan yang semula kita dambakan pasti akan didapat, Percayalah ! Kuncinya adalah jangan Putus asa, Jangan Sok Belagu dan Keep Positive Thinking.

 Wasalam; SAR279