Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Hari Kerja?? Lembur?? Repot Dah……..

HARI KERJA NORMAL ?

…………………….Sambil membawa Kontrak Kerja, Bapak Ora Nrimo Tenan yang berprofesi sebagai Mechanic Supervisor  di PT. Angin Ribut Sepoi-Sepoi mendatangi ruangan HRD.

Pak Ora Nrimo Tenan : …….”Anda ini bagaimana sih? (dengan nada tinggi) di Kontrak Kerja saya anda Buat hari kerja saya dari hari Senin sampai dengan Jum’at (baca: 5-2), dengan catatan jika saya kerja diluar waktu tersebut maka saya akan dapat Tunjangan Lembur; Mengapa gaji saya sekarang masih biasa saja dan tidak ada lemburnya? Coba liat dan baca nih kontraknya….” (seraya meletakkan Kontrak Kerja tersebut di meja HRD) Ucap Pak Ora Nrimo Tenan.

Sang HRD-pun terkejut dengan kedatangan karyawannya tersebut secara mendadak dengan nada tinggi; kemudian HRD tersebut mencoba menenangkannya……

Pak Hardi (HRD) :……”Ada apa Pak Nrimo? Kok datang sambil marah-marah..” (ucap sang HRD sambil tersenyum kecut…)

Pak Ora Nrimo Tenan : …..”Ada apa…ada apa; Coba di lihat dulu Kontrak kerja saya, bukankah bapak sebagai HRD yang membuat kontrak kerja tersebut..”? Kata Pak Ora Nrimo Tenan

Pak Hardi (HRD) : Sambil melihat dan membaca kembali Kontrak Kerja Pak Ora Nrimo Tenan tadi, lalu sang HRD-pun berkata….”Pak, memang saya HRD di Perusahaan ini; namun yang membuat Kontrak Kerja tersebut adalah HRD yang lama, sebelum saya masuk; Nanti saya coba pelajari dulu ya..? Ucap sang HRD.

Pak Ora Nrimo Tenan :…Pak; Jangan dipelajari,,,,,,ntar kelamaan, sekarang saya mau tanya langsung; Bapak kan sekarang HRD di Perusahaan ini, Pasti bapak tau kan dengan Aturan-aturan yang ada; maksud saya aturan mengenai hak-hak buruh..? Saya Cuma ingin kepastian, apakah saya dapat Upah lembur apa tidak? Coba bapak jawab saja dulu…! (dengan nada kesal, seraya melipat tangan didada)

Pak Hardi (HRD) : ”Baik, Pak; Seharusnya Bapak tidak mendapatkan Upah Lembur, Karena….

….APA……..??? (langsung dipotong oleh Pak Ora Nrimo tenan), Maksud anda Apa? Saya sudah kerja, tapi Bapak bilang bahwa saya tidak akan mendapatkan Upah lembur saya? Anda ini HRD apa bukan, sih? Coba lihat lagi kontrak saya, Jangan asal ngomong saja. Ucap Pak Ora Nrimo dengan marahnya.

Pak Hardi (HRD) : Pak, Gini ya; Bapak kan disuruh ke Lokasi karena ada keperluan mendadak dan itu merupakan tugas, apalagi bapak kan Staff; jadi ya memang tidak dapat lembur…

BRAKKKKKK,,,,,,,,,,,,,,,,,! (Pak Ora Nrimo memukul meja sang HRD)…..” oooooh….Jadi saya ini Cuma dijadikan budak buruh saja? Saya punya hak, Pak. Saya punya anak istri yang harus di kasih makan. Kontra Kerja saya sudah jelas dibuat bahwa saya kerjanya di kantor, dari hari Senin sampai dengan hari Jum’at dengan jam kerja 08:00 sampai dengan 17:00 dan itu sudah tertulis semua di Kontrak, Disana juga dibuat bahwa jika saya bekerja diluar waktu tersebut maka saya berhak mendapatkan lembur; Anda mengerti dengan Undang-undang gak, Sih? Jangan asal ngomong saja, pak ! Anda HRD Manager, tapi bicara anda seperti kuli bangunan……..”. Ucap Pak Ora Nrimo Tenan.

!@#$%^&*(*&^%$#@ (HRD mulai gelisah sambil keningnya berkerut 44, seperti Kelok 44 di Sumatera barat, hehehehehe)

Pak Ora Nrimo Tenan : “ kemudian saya juga mau menanyakan, itu Tunjangan Kehadiran saya kenapa dibuat 22 Hari selama sebulan? Setahu saya yang pernah saya baca di buku, Cuma ada 21 hari dan 25 Hari. Kenapa kok bisa beda antara Undang-undang perburuhan dengan Aturan yang Bapak buat?…

Pak Hardi (HRD) : “Pak, wah kalau hitungan 22 Hari yang ada di kontrak kerja Bapak, dibuat oleh HRD yang lama; bukan saya. Jadi saya tidak tau, Kalau untuk 21 Hari Kerja dan 25 yah memang ada di Undang-undang, Pak (Kelihatan mikir dengan gelisah..)

Pak Ora Nrimo Tenan : “Selalu lempar bola dan menyalahkan orang; yang jelas jika hak lembur saya tidak dibayar, akan saya laporkan ke dinas tenaga kerja; biar kalian tau, makan hak orang se-enaknya.

*&^%$#$%^&*^&*( HRD bingung………)

*************************

Ok, Jadi sebenarnya HRD tersebut bukanlah HRD kebanyakan alias Expert atau ahli dibidang SDM; dia tidak tau dengan Aturan PMTK (Peraturan Mentri Tenaga Kerja) dan Pendukungnya dan hal tersebut diatas mungkin sudah pernah kita dengar, kita lihat dan bahkan kita mengalaminya sendiri (tapi bukan pengalaman pribadi saya loh,,,,,,,hahahaha)

Supaya tidak memperpanjang Mukadimah ibarat Pidato kenegaraaan, maka saya akan coba terangkan secara sederhana mengenai Normal Hari kerja dan Waktu Kerja;

Didalam Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003; Terkhusus disebut dan Terpampang Nyata (Syahrini Mode ON, hahahahaha) di dalam Pasal 77 (Paragraf 4) disebutkan seperti dibawah ini;

UU 13 2003 = Waktu kerja, Pasal 77

Serta didalam Keputusan Mentri Tenaga Kerja No. 102 Tahun 2004 tentang Waktu Kerja dan Upah Lembur juga disebutkan seperti dibawah ini;

Kepmen 102 = Waktu kerja Lembur pasal 1

Begitupula halnya dengan perhitungan Lembur, dasar hukumnya bisa di lihat seperti dibawah ini;

Kepmen 102 = Waktu kerja Lembur pasal 6 sampai dengan 9

Kepmen 102 = Waktu kerja Lembur pasal 11

Pasti ada yang bertanya-tanya, bagaimana dengan Sektor Energi; Sebut saja seperti Pengeboran/Pertambangan; Apakah sama perhitungan lembur dan waktu kerjanya?

Khusus untuk Sektor Bidang Energi, yang dalam ini pada bidang Pengeboran/Pertambangan, bisa di lihat dan merujuk sesuai dengan Kepetusan Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 234 Tahun 2003 Tentang Waktu Kerja dan Istirahat Sektor Usaha ESDM  (energi sumber daya mineral) Pada Daerah Tertentu, seperti dibawah ini…

Kepmen 234 = Waktu kerja dan Lembur pasal 12

Begitupula halnya dengan hari kerja Senin sampai dengan Jum’at dan atau Senin sampai dengan Sabtu, Dimana Senin-Jumat yang biasa disebut dengan 5:2 (5 Hari Kerja 2 Hari Libur) di asumsikan rata-rata hari kerjanya 21 Hari dalam sebulan, Sedangkan Senin-Sabtu atau yang biasa disebut dengan 6:1 (6 hari kerja dan 1 hari libur) diasumsikan rata-rata hari kerja tersebut menjadi 25 hari dalam sebulan. Apakah masih bingung dengan 21 dan 25 tersebut, Jangan bingung; karena hal tersebut bisa kita lihat didalam Keputusan Mentri Tenaga Kerja No. 102 Tahun 2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja lembur, khusus di Pasal 9 Ayat 1-3.

Mungkin masih ada yang bertanya-tanya, atau ada yang masih bingung dengan datangnya angka 21 dan 25 tersebut diatas. Kenapa Hari Kerja Senin-Jumat bisa ketemu angka 21, dan Senin-Sabtu dapat angka 25? BINGUNG???? Jangan Bingung, saya akan coba uraikan secara Singkat dan sesingkatnya..

Begini Perhitungannya…….:

1). Untuk Hari Kerja Senin – Sabtu = 25 hari sebagai rata-rata hari kerja

                  A). 1 Tahun = 365 Hari,

                  B). Hari Minggu = 52 Hari (dalam setahun; untuk Hari Minggu saja),

                  C). Libur Nasional = 13 Hari atau 13 Kali dalam Setahun,

Hitungannya = 365 Hari – 52 Hari Minggu – 13 Hari Libur Nasional = 300 Hari : 12 Bulan = 25 Hari

*** KEMUDIAN***

2). Sedangkan untuk Hari Kerja Senin – Jumat = 21 hari sebagai rata-rata hari kerja

                A). 1 Tahun = 365 Hari

                B). Hari Sabtu + Hari Minggu = 104 Hari (dalam setahun; untuk Sabtu+Minggu)

                C). Libur Nasional = 13 Hari atau 13 Kali (masih ingat, kan?)

Hitungannya = 365 Hari – 104 Hari Sabtu & Minggu – 13 Hari Libur Nasional = 248 Hari : 12 Bulan = 20,666

Kalau Ilmunya Accounting; Jika dibelakang koma (,) melebihi dari 5; Maka angka didepannya akan di Genapkan, Jadi……….20,666 tersebut berubah menjadi 21.

Bingung ya??? Gak usah bingung, Gini loh maksudnya;

  1. Tahun Baru,
  2. Maulud Nabi Muhammad SAW,
  3. Tahun Baru Imlek,
  4. Hari Raya Nyepi/Tahun Baru Saka,
  5. Wafat Isa Al-Masih,
  6. Kenaikan Isa Al-Masih,
  7. Hari Raya Waisak,
  8. Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW,
  9. Hari Raya Idul Fitri,
  10. Hari Kemerdekaan/HUT RI,
  11. Hari Raya Idul Adha,
  12. Tahun Baru Masehi/Islam,
  13. Hari Raya Natal.

Apakah Masih bingung dengan angka 13, 104 dan 52 yang saya sebutkan diatas? Gak masalah, saya anggap saja masih belajar; terkhusus bagi yang belum tau datangnya Hari Kerja 21 dan 25 tersebut, namun jika masih ada juga orang yang ngakunya sudah Senior menjadi HRD, tapi tidak tau datangnya angka tersebut……..wah….wah…wah; musti harus di kursus ulang lagi alias harus ditrainingkan lagi tuh si HRD; Alias Kebangetan hari gini masih gak tau datangnya angka-angka tersebut.

Kalau masih ragu dengan penjelasan-penjelasan saya diatas, gak masalah; Coba ambil Kelender,,,nah pelototin tuh dari bulan Januari sampai dengan Desember, coba deh dihitung ulang; Mudah-mudahan ketemu angkanya dan mudah-mudahan lebih paham sekalian praktek dirumah, Daripada Malu gak bisa jawab kalau ada pertanyaan dari Karyawan, gimana ? Hayo? hahahahahaha

**********************

Semoga kalimat karangan indah yang tidak jelas diatas dapat berguna bagi kita semua, khususnya yang lagi bingung menghadapi HRD yang Sok Pinter, Sok Belagu, Buat aturan se-Enak perutnya tapi Pengetahuannya masih meraba-raba……Masih untung Meraba-raba…….*SENSOR*………hahahahahaha

Wasalam; SAR