Tags

, , , , , ,


SUMPAH POCONG

Beberapa bulan belakangan sering kita liat diberbagai TV Swasta memberitakan tentang SUMPAH POCONG, gak atau apa dan bagaimana sehingga kata-kata SUMPAH POCONG sering diperbincangkan. Bahkan salah seorang Pengacara Senior di Jakarta dengan Haqul Yakin alias Percaya 100% bahwa hanya dengan SUMPAH POCONG “kehidupan” akan menjadi lebih baik, Tidak ada lagi yang Korupsi, Tidak ada lagi yang Munafik, Tidak ada lagi yang Pembohong dan lain-lain sebagainya.

Sebenarnya SUMPAH POCONG itu apa sih?

Saya akan coba jelaskan disini mengenai apa itu SUMPAH POCONG. Di Dalam Undang-Undang dan ataupun Literatur Hukum Indonesia, tidak mengenal dengan adanya SUMPAH POCONG. Namun didalam suatu adat diberbagai daerah ada yang menerapkan SUMPAH POCONG tersebut, jadi dalam hal ini adalah berhubungan dengan Hukum Adat dan atau Pola Pikir Masyarakat yang secara terus menerus berkesinambungan berdasarkan asas kepatutan dan kebiasaan dengan tujuan mencari Pembenaran / pembuktian suatu permasalahan yang dirasa perlu.

Sumpah Pocong tersebut biasanya lebih cenderung dilakukan oleh Pemeluk yang beragama Islam, karena sesuai dengan namanya saja sudah SUMPAH POCONG; yang tidak lain adalah KAIN KAFAN. Adapun pelaksanaan SUMPAH POCONG tersebut biasanya dilakukan di Dalam Mesjid, Mushala dan atau bahkan di Tempat yang di Keramatkan, dimana SUMPAH POCONG tersebut dipandu oleh orang yang di tuakan atau yang dianggap “sepuh” didalam masyarakat tersebut.

Ok, saya akan coba membuat Ilustrasi SUMPAH POCONG tersebut sebagai berikut;

…….”Pak X dituduh sebagai Tukang Santet oleh Masyarakat Desa Aman Sentosa, dimana dikabarkan sudah banyak warga desa yang sakit dan meninggal karena ulahnya. Namun dengan tegas Pak X membantah tuduhan tersebut. Lalu atas permintaan warga desa, mereka meminta Pak X untuk melakukan SUMPAH POCONG dan Pak X menyanggupinya. Lalu SUMPAH POCONG dilakukan di dalam Mesjid yang dihadiri / disaksikan oleh Seluruh masyarakat desa dan juga di saksikan oleh beberapa Tetua Adat dan Pemuka Agama. Pak X ditidurkan dan di-KAIN KAFANkan (layaknya orang yang sudah meninggal), lalu Tetua Adat/orang yang memimpin SUMPAH POCONG tersebut mengucapkan beberapa kalimat yang harus di ikuti oleh Pak X.

Adapun bunyi kalimat/SUMPAH POCONG tersebut kira-kira sebagai berikut; …………..”Demi Allah, Demi Rasullulah saya bersumpah…Bahwa saya Pak X tidak pernah melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat desa aman sentosa dengan menyakiti dan atau membunuh mereka dengan ilmu santet yang telah dituduhkan selama ini kepada saya. Jika Ucapan sumpah saya ini bohong atau tidak benar, maka saya bersedia di Laknat Allah SWT dan saya bersedia menerima ganjaran dan karma akibat dari perbuatan saya………” (kira-kira bunyinya seperti itu…….)

Biasanya, jika si Pelaku berbohong; maka dalam waktu dekat sang Pelaku Sumpah pocong akan mendapatkan karma/ganjaran/bencana. Hal tersebut mungkin sudah banyak kita dengar dari berbagai media atas akibat dari Sumpah Pocong tersebut.

Pertanyaannya adalah; Apakah begitu Hebat / Dahsyatnya Efek dari Sumpah Pocong tersebut, Wallahu alam / hanya Allah yang tau dan bisa menjawabnya.

Ok, kembali ke masalah Sumpah per Sumpahan; Lalu bagaimana dengan Agama lain, selain agama islam ? Sudah tentu mereka tidak bisa memakai SUMPAH POCONG tersebut untuk pembuktian, bukan?

Sekarang kita bicara as Real Condition aja deh, alias kondisi nyata di Persidangan. Bahwa sebelum seorang Saksi memberikan suatu keterangan; maka dia akan di Sumpah terlebih dahulu sesuai dengan agama yang dianutnya. Pertanyaan saya adalah; Bagaimana Kualitas dari orang yang menyumpah tersebut?

Maksudnya gini, kalau orang yang menyumpah tersebut beragama islam; Apakah dia bersuci/berwudhu saat menyumpah orang/saksi tersebut? Bukankah saat dia menyumpah seorang saksi, dia memegang Al-Quran dan menyebut Nama Allah ? Kemudian, Apakah orang yang menyumpah tersebut Rajin beribadah ? Taat Sholat, gak? Kalau orang yang menyumpah saja tidak jelas kulaitasnya, bagaimana ceritanya? Gak lucu, kan? Memang sih, benar atau tidaknya Cuma Allah yang tau. TAPI alangkah lebih baik lagi, kalau orang yang mau nyumpah seseorang itu jelas dulu Kapasitas, Kualitas Agamanya dan ini juga berlaku untuk semua Agama; khususnya bagi orang yang mau menyumpah saksi di persidangan. Gak ada maksud apa-apa sih, Cuma itulah keadaan kita yang sebenarnya; terkadang terlalu menganggap remeh suatu masalah, khususnya mengenai Sumpah.

Mudah-mudahan anda-anda tidak menyumpahi saya gara-gara artikel yang tidak bermutu ini.

Wasalam; SAR279