Pemimpin VERSUS Karyawan = TURN OVER


Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?

  1. Suasana di Kantor/Lapangan/Tempat Kerja TIDAK BAGUS/TIDAK NYAMAN
  2. Pingin/Mau mencari Penghasilan yang lebih besar
  3. Pingin/Mau mencari Posisi/Karir yang lebih Baik
  4. Alasan Pribadi

Menurut salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules. Penemuannya adalah sebagai berikut, Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Apapun Alasannya;

  1. Apakah itu mengenai perkembangan Organisasi,
  2. Pengetahuan dan Pengalaman,
  3. Fasilitas yang bagus dan memadai,
  4. Gaji Besar yang menawan
  5. Posisi/Karir yang bagus,

Namun penyebab kebanyakan orang/Karyawan keluar adalah Manager.

Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi alias High Turn Over, lihatlah para Manager/Direktur anda terlebih dahulu.

Bagaimana cara sang Manager/Direktur tersebut me-Maintain para Karyawannya, menjadikan mereka sebagai Asset dan bukan sebagai Cost. Jangan Cuma dipakai Tenaganya saja disaat dibutuhkan dan “dibuang” disaat tidak diperlukan/dibutuhkan tanpa melihat apa-apa saja yang telah dihasilkannya buat anda (pengusaha), walaupun itu Cuma sekian rupiah semata.

Memang bagi kalangan Pengusaha, tidak lepas dan tidak luput daripada Cost dan Budget. Namun cobalah sedikit melihat jauh kedepan, Cost dan Budget tersebut dipakai oleh siapa, Untuk siapa dan bagaimana alur prosesnya. Sudah tentu ada pelaku/pelaksananya, kan ? Siapa lagi kalau bukan si Karyawan, betul apa bener ??? Demi dan Untuk Siapa, ya untuk Kepentingan Perusahaan juga tentunya.

Perlakukan Para Buruh/Tenaga Kerja/Karyawan sebagaimana mestinya dan sebagaimana layaknya mereka memberi anda (pengusaha) keuntungan yang berlimpah.

Wasalam,

SAR

2 responses to “Pemimpin VERSUS Karyawan = TURN OVER

  1. pak sar…

    suka yang ini:
    Jangan Cuma dipakai Tenaganya saja disaat dibutuhkan dan “dibuang” disaat tidak diperlukan/dibutuhkan tanpa melihat apa-apa saja yang telah dihasilkannya buat anda (pengusaha), walaupun itu Cuma sekian rupiah semata.

    ahahahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.