Tags

, , , , , , ,


selamat HARI IBU

Belakangan ini, SMS, BBM, PATH, FB, Twitter dan lain-lain, dan sebagainya dan seterusnya; dibanjiri oleh Kata-kata…….”Selamat Hari Ibu”

Mengapa dan Kenapa ? Tepatnya pada tanggal 22 December setiap tahunnya; Konon Katanya berawal dari berkumpulnya Para Pejuang Wanita pada Zaman dulu dan akhirnya di Resmikan Oleh Presiden Soekarno waktu itu, dijadikan sebagai Hari Pejuang Wanita/Ibu.

Sehingga sampai dengan sekarang, Timbul dan menjadi “Tredn” Hari Ibu bagi Khalayak Ramai, Apakah itu dengan Interaksi secara langsug dengan Ibu mereka dan bahkan dengan Upload Photo Mesra Ibu dan Anak di Media Sosial; Apakah itu Dilarang, gak….Gak ada yang melarang kok; Itu Hak masing-masing sesuai dengan Analisa dan Perasaan mereka sendiri kepada Ibu mereka.

Aku sendiri (ini Pribadi loh……….) Jujur saja masih bingung dengan Makna Hari Ibu tersebut, Maaf…..Bukan tidak menghargai Arti dan Perjuangan Mereka sebagai Ibu, Namun……Entahlah, Aku merasa ada yang “ganjil” dengan adanya hal semacam itu.

Setau dan Sepengetahuanku, bahwa Hari Ibu tidaklah 1 (satu) hari dalam Setahun; Hari Ibu itu ya Setiap Hari, Selagi Kita anaknya…….Selagi Ibu kita masih ada/Hidup, WAJIB bagi kita untuk menghargainya. Mosok Menghargai dan Meng-Ungkapkan Rasa Sayang dan Terima Kasih disaat HARI IBU Tgl 22 Desember saja; Bagiku itu aneh dan tidaklah “Fair” bagi seorang Ibu. Coba dong sedikit mikir, Betul atau Gila pemikiranku seperti itu.

Kemudian, Hargai juga dong perasaan teman/Rekan/Sahabat kita yang mungkin sedari kecil tidak mempunyai Ibu (karena Meninggal atau apa………) Bagaimana Perasaan mereka dengan Tanggal 22 Desecember tersebut, Apakah Kalian pernah melihat, mendengar perihal tersebut; dan/atau bahkan Merasakan Perasaan mereka saat itu, disaat semua orang sibuk Merayakan Hari Ibu dengan berbagai macam acara, Bagaimana dengan mereka; Kita tidak tau bagaimana Perasaan mereka……..JUJUR Sajalah, Kita tidak tau bagaimana sebenarnya Sedihnya Hati, Perasaan Gundah mereka saat itu.

Mungkin mereka berusaha tersenyum, Namun kita tidak tau Betapa dalamnya Perasaan Sedih mereka saat itu.

Agamaku Islam, Nabiku……Nabi Besar Muhammad SAW (Allahhuma Sholi ‘ala Syaidina Muhammad, wa’ala ‘ali Syaidina Muhammad) berujar mengenai IBU, keutamaan seorang IBU dan disebut secara 3 (tiga) kali,,,,,,,IBUmu,,,,,,IBUmu dan IBUmu; Mudah-an Teman/Sahabat/Rekan se-Iman pernah mendengar dan/atau membaca hal tsb.

Artinya adalah, IBU……Jasa seorang IBU tidaklah boleh dipandang sebelah Mata, Namun Sepanjang Hayat Selama Nyawa masih di Badan, Bukan 1 (satu) kali dalam setahun, NAMUN Tiap Nafas sepanjang Hidup.

Lalu, Bagaimana dengan Tanggal 22 Desember yang diperingati setiap tahun ? Itu terserah anda masing-masing, Bagaimana mensikapinya dan bagaimana mencerna dengan akal sehat, secara naluri bathin seorang Anak dan Bukan hanya sebatas seremonial belaka.

Menghargai Jasa Seorang IBU, Banyak berbagai macam Cara; anda-anda Pribadi yang lebih mengetahui cara memperlakukan IBU kalian masing-masing, karena setiap Individu sudah pasti berbeda cara memperlakukannya.

Akhirul Kalam, HARI IBU bagiku adalah,

HARI-HARIKU MELIHAT/MENDENGAR CERITA/MENDENGAR CELOTEHAN/MENDENGAR OMELAN/MENDENGAR NASEHAT dari seorang IBU kepada ANAKNYA. Baik Buruknya seorang IBU, dia adalah tetap IBUmu.

Jikalah IBUmu masih ada, Perhatikanlah/Sayangilah/Dengarkanlah semua Keluh kesahnya; Sebagaimana IBUmu Memperhatikan/Menyayangi dan Mendengarkan semua Keluh kesamu sejak kecil hingga saat ini.

Jikalah IBUmu sudah Tiada, Jadilah Seorang Anak yang dapat membanggakan IBUmu, Wabil Khusus buat Rekan/Teman/Sahabat yang seIman, Rajinlah Berdoa untuk IBUmu. Walau IBUmu sudah/Telah Tiada, Secara Bathin IBUmu masih ada di HATImu.

Jikalah IBUmu tidak ada disampingmu, Cukup Berbesar Hati dan Berbuat baik dan Jadilah Anak yang dapat membanggakan mereka.

IBU adalah Orang TUA dan AYAH juga adalah Orang TUA

Jadikanlah Setiap Hari menjadi Hari-Hari Mereka sebagai Orang Tua kita, Gak usah mikir ada hari Ibu dan atau Hari Ayah. NAMUN, Berpikirlah bahwa Setiap Hari kita selalu bersama mereka, Baik secara Langsung maupun Tidak langsung; “Memberi Kabar kepada mereka, Perhatian kepada Mereka”; JANGAN ACUHKAN MEREKA !!!

Wasalam,

SAR