Rumah Tangga = Gigi dan Lidah


Begitu Maha Sempurna…….

Begitu Maha Bijaksana…….

Begitu Maha Adil…….

Allah SWT, Tuhan Maha pencipta Alam beserta isinya; Alam yang tiada duanya diantara Jagad Raya yang pernah ada.

Hidup adalah suatu Perjalanan yang harus “ditempuh”,,,,,,

Perjalanan adalah suatu “Irama” yang harus selalu “disepuh”…….

Tidak ada kesempurnaan Hidup yang Hakiki yang dimiliki oleh Manusia Biasa, selain Haq Milik Nabi Besar Muhammad SAW, Allahhuma Sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘ali Muhammad

Semua diciptakan berpasangan untuk saling mendapatkan Keserasian, Keselarasan dalam kelangsungan hidup di Alam yang fana saat ini. Siang – Malam, Tua – Muda, Wanita – Pria, Hidup – Mati…….

Biduk berumah tangga begitu beraneka macam warna, penuh dengan suka dan cita; Ada tawa, Canda, Tangis/air mata.

Rumah Tangga, ibarat sebuah Mulut; Gigi dan Lidah terkadang selalu Tergigit, sengaja atau tanpa sengaja, terluka dan Perih.

Begitulah Hidup, tidak ada yang sempurna….

Pria dengan ke-Egoan/Pikiran/Emosi semata, Wanita dengan Perasaan/Hati mendalam yang terkadang “rapuh” dan selalu Sedih.

Pikiran, Hati, Naluri dan Nafsu ikut berperan memperkeruh suasana…Semua harus bisa saling melengkapi, saling mengkoreksi diri.

Hidupku tidaklah Sebaik, semulus dan Sempurna seperti saat ini… Begitu banyak proses yang kutempuh, Sakit….Perih dan Pilu; Namun itulah Hidup, sebuah Proses pembelajaran yang harus kujalani.

Biduk Rumah Tangga hidupku tidaklah sempurna seperti yang dilihat dan dirasakan orang, namun dengan Keyakinan, Keserasian, Keselarasan yang kami tempuh; kami jalani berdua dan bersama hingga saat ini. Emosi, Marah bukanlah hal yang luar biasa. Itulah hidup dalam sebuah rumah tangga; Tidak ada Manusia biasa yang sempurna dalam berumah tangga.

Alhamdulillah baru 10 (sepuluh) tahun kami bersama menjalin kehidupan berumah tangga; Suka dan Duka kami alami berdua dan bersama, saling bisa menerima apa adanya.

US on 10Tahun

Hatiku Cuma dapat berguman, terima Kasih Ya Allah atas segalaNYA, Insya Allah semua aku coba untuk menerima dan menjalani semua Garisan Hidup ini.

Lidahku Cuma bisa terucap, Terima Kasih Istriku atas Segala kekuranganku dan mau menemaniku hingga saat ini

Buat Istri dan Anak-anakku; Terima Kasih atas semuanya, Mohon Maaf walapun kita gak Kaya Raya, gak punya Harta Berlimpah; namun kita masih diberikan “waktu” untuk tetap Hidup oleh Allah SWT dan masih diberikan kesempatan untuk dapat Melanglang buana kemana-mana, Belajar dari kehidupan yang ada; beramal dan menambah tali persaudaraan di Perantauan selama ini.

10 (sepuluh) tahun, ah…………tidak terasa ternyata begitu Cepat Dunia Ini; Mudah-mudahan, aku masih bisa diberikan Umur Panjang, Rezeki yang Hallal, Jasmani yang sehat dan kuat untuk kita semua, keluarga tercintaku.

#5412#705H1#545k14#44111

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.