Tags

, , , , , , ,


Setiap manusia pasti mempunyai musuh, apakah itu musuh bebuyutan dan/atau bahkan ada juga musuh dalam selimut

Ibarat Telunjuk tangan (mosok telunjuk kaki, hehehehe….), Kita dan bahkan saya sendiri selalu saja menunjuk orang lain, jika ada yang salah. Selalu menyalahkan orang lain, apapun itu alasannya; yang jelas suka menunjuk orang bahwa itu kesalahannya

Begitulah manusia, manusia sebagai mahluk sosial dengan beraneka ragam pola pikir yang berbeda satu sama lain, boleh dibilang ada yang keras dan suka “menguasai” dalam berbagai hal

Apakah manusia pernah berpikir, bahwa apa yang dilakukannya tersebut benar ? Sudah tentu akan berbagai macam pandangan akan hal ini. Namun yang jelas ada sebagian manusia yang selalu menilai bahwa dirinyalah yang benar dan sering menyalahkan orang lain dan bahkan meng-kambing Hitamkan orang lain atas suatu kesalahan, meskipun itu belum tentu kesalahan atas si orang dia maksud.

Itu baru Pola Pikir manusia saja, belum lagi dengan hati manusia; ada yang baik dan bahkan ada juga yang “busuk hati” itu bahasa keren jaman sekarang dah…..

Namun apakah kita tau, siapakah musuh bebuyutan/musuh dalam selimut ataupun musuh-musuh lainnya tersebut ? Tidak perlu mencari kemana-mana, musuh tersebut sebenarnya dekat dengan kita.

Lihatlah ke Cermin, Lihatlah…..Apa yang kita lihat ?

images6E3B3OO7

Ya…..Kita melihat diri sendiri, kan ? itulah Musuh yang sebenar-benarnya.

Pasti ada yang beranggapan, ah…..Kurang kerjaan saja; ah……mana pula, dan berbagai macam alasan yang keluar dari mulut kita sendiri. Padahal kita melihat diri kita sendiri, dimana kita menilai dan me-Respon diri kita sendiri tanpa ada unsur apapun, kecuali CERMIN yang bisa memberikan jawaban Pasti  atas pertanyaan kita.

Musuh Manusia itu adalah Manusia itu sendiri sebenarnya, Pola Pikir dan Hatinya terkadang sering dipengaruhi oleh berbagai macam hal negative; terkontaminasi dengan angan-angan/anggapan yang belum tentu benar. Terlalu Muluk-muluk dalam menghadapi Kehidupan; Selalu melihat keatas tanpa mau melihat sesuatu dibawahnya.

Angan-angan/Harapan/Keinginan yang tidak tercapai membuatnya “Frustasi Ke-egoan Diri” sehingga dengan mudahnya mengarahkan kebencian kepada orang lain dan menyalahkan, kan lucu kalau sudah begini. Siapa yang salah, siapa yang menyalahkan.

Terus bagaimana ? Supaya kita tidak mempunyai musuh……Apakah itu musuh bebuyutan, musuh dalam selimut atau apapun namanya sebagai musuh

Sudahkan kita ;

  • Mengenali diri sendiri, Siapa saya ?
  • Instropeksi Diri, Sudah berbuat apa, Bagaimana dan untuk apa ?
  • Mawas Diri, Coba lihat lingkungan sekitar (Suami/Istri, Tetangga, Saudara, Teman, Bawahan dan/atau Atasan); apakah ada yang tersinggung dengan perilaku dan perbuatan kita. Jika hal ini terjadi, maka lihatlah kedua Point diatasnya.

Suami/Istri, Tetangga, Saudara, Teman, Bawahan dan/atau Atasan yang benci/marah dan/atau memusuhi kita gak mungkin Sim Salabim, kan ? Pasti ada sebab akibatnya; dan itu sudah pasti kembali lagi ke Diri Sendiri.

Setiap Manusia sudah pasti mempunyai musuh, BOHONG jika ada yang bilang bahwa ada seseorang yang tidak mempunyai Musuh; Hanya orang MUNAFIK saja yang akan berkata seperti itu.

Lalu bagaimana agar kita tidak mempunyai musuh ? Apakah dengan menerapkan ke-3 point diatas ? Apakah YAKIN Bisa berhasil tanpa ada musuh.

Sabar…….Kalau ada anggapan seperti itu, dengan menerapkan ketiga point diatas maka dia tidak akan punya musuh; itu sudah salah besar. Bukan begitu Mas Bro; Ketiga point tersebut adalah salah satu cara dari sekian banyak cara agar kita bias menyenangkan hati orang. Jika orang sudah senang, sudah tentu akan baik kepada kita. Intinya adalah, berbuat baiklah kepada setiap orang, tanpa menyinggung dan mengganggu perasaan hati orang lain.

Gak percaya ? Ya……..Terserah bagaimana anda mensikapinya…..

Point Finger

Intinya adalah JANGAN suka menunjuk seseorang atas suatu kesalahan (yang mungkin belum terbukti kebenarannya), karena 1 (satu) Jari Telunjuk yang kita berikan atas kesalahannya tersebut, Suatu saat (empat) Jari lainnya bisa jadi akan mengarah kepada diri kita sendiri.