Tags

, , , , , , , , ,


Surga dibawah telapak kaki Ibu ?

Sudah tentu kita pernah dan sering mendengar dan membaca Kalimat tersebut, lalu apa dan bagaimana arti dan maksud dari kalimat tersebut ?

Surga Berada dibawah Telapak Kaki Ibu adalah sebuah kiasan, dimana kalau kita ingin mendapat surga, maka berbaik-lah kepada orang tua terutama ibu. Karena Jasanya sangat besar, sejak didalam Rahim hingga kita dilahirkan dan beranjak dewasa.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku baik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)

An Nisaa 36

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (QS. An Nisaa : 36)

Sudah jelas bahwa memang kita sebagai anak harus berbakti kepada Ibu, Lalu bagaimana ketika ada seseorang yang meminum air bekas cucian kaki ibunya atau seorang wanita dengan maksud tertentu; Sebut saja sebagai Cinta kasih dan berbakti kepada Orang tua ? Bagaimana hukumnya ? Apakah Haram ??? lah kan itu Ibu sendiri ? gak masalah, kan?………….Ok, lalu bagaimana dengan meminum Air bekas cucian wanita/orang lain yang notabene bukan ibu kita sendiri ?

Kita sering melihat,,,,,membaca pemberitaan tersebut, kan ?

Setau saya (IMHO alias In My Humble Opinion), Di dalam agama Islam, TIDAK ADA Anjuran/keharusan/perintah untuk melakukan hal tersebut dan belum ada dalil tentang keharusan untuk mencium Kaki dan/atau bahkan meminum air bekas cucian kaki ibu, apalagi cucian kaki wanita lain dengan maksud tertentu. Tolong dan harap koreksi jika saya salah….. ; Setau saya………jika suatu perbuatan yang tidak ada tuntunannya/dalilnya, maka bisa dikatakan mengada-ada dan terancam Bid’ah ???

Apa itu Bid’ah ? Bid’ah adalah Sebuah peribadahan yang tidak pernah diperintahkan/ dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW maupun yang dilakukan oleh para sahabat, tetapi banyak dilakukan oleh umatnya. Informasi Bid’ah bisa di baca dan dilihat DISINI

Bahkan Nabi Besar Muhammad SAW melarang hal tersebut, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.”

Pada kalimat…….”Seandainya aku boleh…; diartikan bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri gak ada kapasitasnya menyuruh/membolehkan hal tersebut. Kasarnya perbuatan tersebut adalah DILARANG.

Berbakti kepada Orang tua, Ibu khususnya adalah Wajib hukumnya; Namun kita juga harus melihat dan memperhatikan dalil-dalil yang ada, Dalil/Tuntunan yang sesuai dengan Sunah Rasul. Jangan biarkan hal yang sepele, hal yang selama ini menjadi budaya malah menjadi Bid’ah (kecil) bagi kita…..Dimana…….Bid’ah Kecil akan menjadi Bid’ah Besar tanpa kita sadari.

Mudah-mudahan, saya dan kita semua paham dan mengerti dengan hal tersebut.

#SAR279