Tags

, , , , , , , , , , ,


Apakah pernah kita membaca dan/atau mendengar bahwa Kartu Kredit adalah salah satu yang dianggap sebagai RIBA ?

Baik, sebelum kita membahas masalah tersebut; ada baiknya jika kita meng-Artikan kata demi kata dan kalimat perkalimat.

Kartu Kredit = Kartu Hutang; Belanja duluan/didepan; Bayarnya belakangan. Setuju, ya ?

RIBA = Menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian yang dibebankan kepada peminjam.

  • Riba secara bahasa = Ziyadah (tambahan).
  • Riba Secara linguistik = Tumbuh dan membesar .
  • Riba Istilah teknisnya = Pengambilan tambahan dari harta pokok/modal awal

Di Dalam Agama Islam, secara Tegas dan jelas disebutkan bahwa memungut riba dan/atau mendapatkan keuntungan berupa riba pinjaman adalah haram. Hal ini bisa dilihat di dalam Al Quran sebagai berikut:

Surah Al-Baqarah ayat 275

Slide1

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Surah Al-Baqarah ayat 276, 278 dan 279

RIBA

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya

عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ: ( لَعَنَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم آكِلَ اَلرِّبَا, وَمُوكِلَهُ, وَكَاتِبَهُ, وَشَاهِدَيْهِ, وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ 

Jabir Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda: “Mereka itu sama.” Riwayat Muslim

Lalu Bagaimana dengan Kartu Kredit Syariah ?

Emang ada ? Coba silahkan di Check DISINI

Kalau yang itu, aku gak ngerti deh…..Apakah bener-bener HALAL karena ada Fatwa MUI atau………?

Bagiku (pendapat pribadi loh…….) Kartu Kredit = Kartu Hutang dan disana ada “dana lebih” yang harus dibayarkan oleh pemilik kartu kepada penerbit/pemberi Kartu apapun itu kondisinya.

Agama Yahudi juga melarang RIBA, dimana hal tersebut bisa kita lihat di dalam Kitab Suci mereka; baik itu di dalam Perjanjian Lama maupun undang-undang Talmud (Hukum Lisan yang melengkapi Kitab Tertulis untuk kaum Yahudi ortodoks).  

Kitab Keluaran 22:25 menyatakan……..”Jika engkau meminjamkan uang kapada salah seorang ummatku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia, janganlah engkau bebankan bunga terhadapnya.”

Kitab Imamat 35:7 menyatakan…”Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudara-mu bisa hidup di antaramu. Janganlah engkau memberi uang-mu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba.”

Pada umumnya pengambilan bunga dilarang, menurut Kitab Perjanjian Lama yang juga di-Imani oleh orang Kristen. St. Basil (329 – 379) menganggap bahwa mereka yang memakan bunga sebagai orang yang tidak berperi-kemanusiaan. Baginya, mengambil bunga adalah mengambil keuntungan dari orang yang memerlukan. Demikian juga mengumpulkan emas dan kekayaan dari air mata dan kesusahan orang miskin.

Di dalam Perjanjian Baru disebutkan juga dengan cukup jelas: “Kasihilah musuh-musuhmu, dan berbuatlah baik, dan pinjamilah, dengan tidak mengharapkan apa pun lagi; dan pahalamu akan besar, dan engkau akan menjadi anak-anak dari Yang Mahatinggi.” (Lukman 6:35).

Larangan praktik bunga juga dikeluarkan oleh gereja dalam bentuk undang-undang (Canon):

  • Council of Elvira (Spanyol tahun 306) mengeluarkan Canon 20 yang melarang para pekerja gereja mem-praktikkan pengambilan bunga. Barangsiapa yang melanggar, maka pangkatnya akan diturunkan.
  • Council of Arles (tahun 314) mengeluarkan Canon 44 yang juga melarang para pekerja gereja mempraktikkan pengambilan bunga.
  • First Council of Nicaea (tahun 325) mengeluarkan Canon 17 yang mengancam akan memecat para pekerja gereja yang mempraktikkan bunga.
  • Council of Vienne (tahun 1311) yang menyatakan barangsiapa menganggap bahwa bunga itu adalah sesuatu yang tidak berdosa maka ia telah keluar dari Kristen (murtad).

Pandangan Para Pendeta awal Kristen dapat disimpulkan bahwa Bunga adalah semua bentuk yang diminta sebagai imbalan yang melebihi jumlah barang yang dipinjamkan. Mengambil bunga adalah suatu dosa yang dilarang, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Keinginan atau niat untuk mendapat imbalan melebihi apa yang dipinjamkan adalah suatu dosa. Bunga harus dikembalikan kepada pemiliknya. Harga barang yang ditinggikan untuk penjualan secara kredit juga merupakan bunga yang terselubung.

OK, LALU BAGAIMANA DENGAN KITA ? MASIHKAH BERPIKIR BAHWA RIBA ITU ADALAH HAL YANG SEPELE ???

 @SAR279