Tags

, , , , , , , , , , , ,


Biaya hidup di bulan puasa sedikit lebih besar bila dibandingkan bulan di hari normal biasanya. Loh kok bisa ? Mengapa ? Karena Manusia Biasanya pada sibuk mencari makanan untuk berbuka puasa, gak cuma 1 (satu) macam makanan saja. Apa yang lerlihat di depan mata, apa yang dirasa mereka enak biasanya akan mereka beli, memang itu cuma bagi sebahagian kalangan saja,,,,,,,dan gak banyak juga sih; cuma ada beberapa orang saja, tapi kalau dikumpulin yah banyak juga akhirnya, hahahaha ๐Ÿ™‚

Mereka sibuk membeli dan memborong makanan yang ada di depan mata, ibarat Dendam Kesumat yang tidak kesampaian, semua makanan dibeli untuk buka puasa mereka; apalagi yang (minuman) dingin-dingin sudah pasti menjadi incaran mereka.

Tak jarang, disaat waktu berbuka puasa; disaat Bedug Maghrib sudah terdengar, ataupun disaat tanda waktu berbuka sudah tiba; santapan makanan didepan mata-pun akhirnya mereka embat dengan lahap dan tiada bersisa; dimana rasa lapar dan dahaga yang menjadi dasar alasan utama mereka.

Terkadang waktu Maghrib yang singkat-pun akan terlewat, ada yang kekenyangan sampai gak bisa berdiri untuk melakukan sholat Maghrib, ada juga yang masih sibuk makan makanan yang mereka beli; serta ada juga yang masih kongkow alias nongkrong di Warung/Mall lainnya; sehingga berujung gak sholat maghrib dengan alasan sesuatu dan lain hal.

DENDAM KESUMAT atas Makanan dengan alasan Lapar dan Dahaga yang begitu kuatโ€ฆโ€ฆ..

Padahal kalau dipikir-pikir, masih ada DENDAM KESUMAT atas Dosa yang pernah dibuat.

Tapi kenapa sedikit sekali yang mau BALAS DENDAM atas Dosa tersebut ?

Pernahkah terpikir oleh kita untuk membalas Dendam atas Dosa yang sudah ada didalam diri kita ? Membalas Dendam atas dosa yang sudah semakin kuat dan lekat. Ibarat Dendam kesumat kepada manusia, pastilah terjadi perkelahian yang ujungnya pukul-pukulan satu sama lain.

Lalu mengapa Dendam Kesumat atas Dosa tidak kita Hajar saja secara membabi buta, kita hancurkankan saja biar Dendam Kesumat atas dosa tersebut segera musnah dan perasaan kita menjadi tenang dan lega.

  • Hajarlah Dendam Kesumat atas Dosa tersebut dengan memperbanyak Amal dan Pahala
  • Hajarlah Dendam Kesumat atas Dosa tersebut dengan memperbanyak Dzikir dan Sholat
  • Hajarlah Dendam Kesumat atas Dosa tersebut dengan menambah keimanan kepada Allah SWT
  • Hajarlah Dendam Kesumat atas Dosa tersebut dengan Puasa sebenar Puasa, bukan hanya sekedar menahan Lapar dan Dahaga semata
  • Hajarlah Dendam Kesumat atas Dosa tersebut dengan Muhasabah dan koreksi diri,,,,โ€MAN ANAโ€ Siapa saya ?

ยซู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุงุŒ ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ูยป

Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

ยซู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุงุŒ ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ูยป

Barangsiapa melakukan shalat malam Ramadhan (tarawih dan witir) karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

ย โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.โ€ย (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)

ย โ€œSedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.โ€ย (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

ย โ€œSesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.โ€ (Qs. Al Hadid: 18)

Jikalah Makanan untuk berbuka puasa bisa kita santap dan habiskan secara membabi buta dengan alasan Lapar dan Dahaga, Mengapa kita tidak bisa menghajar Dosa atas Dendam Kesumat kita secara keras pula ? Bukankah itu cukup fair bagi kita ? Mosok Cuma makanan aja yang bisa kita embat dan habiskan, lalu bagaimana dengan Dosa yang sudah (masih) ada; apa gak mau menghabiskan dosa yang masih ada didalam jiwa dan raga ? Bukankah Bulan Puasa Ramadhan adalah bulan pengampunan (atas) dosa ? bukan bulan balas dendam atas haus dan dahaga, kan ?

Mudah-mudahan saja kita semua paham atas semua yang ada didepan mata

@SAR279