Tags

, , , , , , , , , , ,


PENJARA, kata tersebut terlihat “menyeramkan” bagi kalangan masyarakat “menegah kebawah”, namun berbeda dengan kalangan “atas”. Mengapa kok bisa terjadi perbedaan ? Padahal PENJARA kan untuk semua Kalangan dan Golongan.

Ya, betul; itu secara Teori, namun secara prakteknya dilapangan sangat amat berbeda.

Sebenarnya apa sih tujuan dari dibuatnya hukuman Penjara bagi pelaku “kejahatan” ?

Secara umum, Hukuman penjara sebenarnya adalah untuk memberikan Efek jera kepada pelaku dan juga (plus) memberikan sanksi sosial. Karena secara tidak langsung sebagian masyarakat akan tau dan mengetahui bahwa si A dihukum penjara karena telah melakukan “kesalahan/kejahatan” dan itu sudah tentu akan menimbulkan beban psikologis bagi si pelaku itu sendiri.

Apakah didalam Penjara mereka akan sedih atau bagaimana ? 

Bagi sebagian kalangan, ada yang merasa sangat sedih, karena haknya untuk sementara “dikebiri” karena harus menerima hukuman sesuai yang diberikan kepadanya. Namun bagi sebagian kalangan lainnya, Hukuman penjara bagi mereka adalah hal yang biasa dan bahkan akan dianggap sebelah mata bagi “kalangan atas” yang berduit. Penjara bisa saja mereka anggap sebagai rumah singgah untuk tidur bagi mereka dengan “keadaan ruangan” dan “pelayanan” yang berbeda dengan yang lainnya. Hal ini sudah menjadi rahasia umum sebenarnya bahwa dengan “kekuasaan dan uang” yang mereka miliki, walaupun mereka berstatus tahanan, mereka masih bisa “menguasai” dan “mengendalikan segalanya” dengan Uang dan kekuasaan. Gak percaya ? Silahkan Tanya aja ke Mbah Google, disana akan ditemukan berita bahwa ada segelintir orang yang terkena hukuman penjara, namun masih bisa menikmati dunia luar; serta adanya fasilitas mewah yang sangat amat mustahil ada di dalam penjara itu sendir; serta amat mustahil jika tidak ada “main mata” dengan petugas didalam penjara itu sendiri.

Bagaimana dengan Para Koruptor ? Jika kita lihat, kebanyakan tidak sebanding hukuman yang diberikan antara Seorang Koruptor dengan Seorang Maling/Pencuri. Padahal sudah jelas tujuannya sama, yaitu mengambil sesuatu yang bukan miliknya; apapun itu namanya.

Apakah masih ingat dengan postingan saya sebelumnya tentang Modernisasi Kata, nih coba kembali di baca; Klik/buka DISINI.

Aneh tapi nyata, kan ? yah, itulah keadaan di  Negara kita; dengan berbagai macam aneka “humor tingkah laku” para pejabat dan penjahatnya 😉

Didalam UU TIndak Pidana Korupsi, hukuman yang diberikan berkisar antara 1 tahun (didalam Pasal 3) sampai dengan 20 tahun penjara (pasal 2).

Tapi, kebanyakan yang terjadi adalah; pasal yang digunakan untuk menjerat sang Koruptor selalu di pasal 3, yang hukumannya 1 tahun; paling lama 2 tahun. Silahkan tanya ke Mbah Google terkait hukuman yang sudah diberikan kepada para koruptor.

Mudah-mudahan file berikut bisa menambah pengetahuan kita; khususnya tentang Korupsi. Silahkan check/ambil DISINI, DISINI dan DISINI.

Namun yang jelas adalah, Putusan tetap ada ditangan seorang Hakim dalam memutus suatu perkara; dan yang akan terjadi malah lebih ke Individual alias Subjektif semata.

Belum lagi dengan pemberitaan di media masa saat ini, bahwa Hukuman penjara bagi Koruptor akan dihapuskan dengan alasan bahwa penjara akan penuh dengan para koruptor; sehingga akan diwacanakan para koruptor hanya akan dikenai Sanksi Adm belaka; baik itu Penyitaan Harta benda yang di indikasikan sebagai hasil dari korupsi, Denda/penalty dan pemecatan jabatannya.

Nih beritanya DISINI

Terus malah ada yang gimana gitu, Coba dibaca DISINI

13775832_639957949503128_5436898587106991221_n

Lalu bagaimana yang maling ayam, dan lain-lain, dan seterusnya dan sebagainya atau apalah yang diambilnya, hanya demi sesuap nasi dan memenuhi kebutuhan keluarganya dengan alasan keadaan ekonomi yang sangat memprihatikan; Bukankah kasus itu juga banyak ? Mengapa tidak sama ratakan saja dengan kasus korupsi, dengan alasan penjara akan penuh. Ataukah memang benar bahwa memang enak kok menjadi seorang Koruptor ;), kalau tertangkap palingan harta benda yang akan disita dan kena penalti; tapi kalau gak tertangkap,,,,Waduh……..Mantap deh hidup mereka dengan hasil “jarahannya”.

Sungguh aneh bukan; ya aneh dan itu nyata di Republik Indonesia kita saat ini. Karena semua bisa saja terjadi, Cuma 1 (satu) yang gak bakalan bisa terjadi, Orang mati bisa hidup lagi; kecuali nanti disaat Hukum dan Hakim yang sebenarnya mengadili kita semua di Hari Pembalasan nanti.

@Sar279