Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,


Sering mendengar istilah Kompetensi ?

Apa itu Kompetensi ? Kompetensi adalah, suatu perpaduan antara Skill (keahlian), Knowledge (pengetahuan) dan Attitude (perilaku).

Kompetensi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan atas suatu kinerja. Dimana Attitude/Perilaku yang merupakan Fokus utama dari suatu Kompetensi, karena hal ini melekat dan menyatu didalam Skill/Keahlian dan Pengetahuan seseorang tersebut.

Kompetensi ada 2 Jenis: 

A). Soft Competency / Kompetensi yang berkaitan erat dengan “pengelolaan” suatu pekerjaan, misalnya bagaimana mencari jalan keluar/pemecahan dari suatu masalah, apakah itu mengenai kepemimpinan dan lain sebagainya

Artinya adalah, seorang leader HARUSLAH:

  1. Dapat menentukan target kinerja yang jelas,
  2. Dapat membimbing dan memotivasi para staffnya dan juga merealisasikannya; tidak hanya sekedar teori semata; Kebanyakan teori sudah basi untuk saat ini 😉
  3. Melakukan komunikasi dua arah termasuk memberikan umpan balik kepada para staffnya secara terbuka dan bukan hanya sekedar bisa mendikte para bawahan saja 😉
  4. Melibatkan bawahan dalam permasalahan perusahaan; apakah itu dalam hal kebijakan suatu Departemen masing-masing. Open minded dalam segala hal, termasuk saran dan kritikan dari bawahan. Jangan sok gengsi dan sok kuasa 😉
  5. Mengembangkan ide-ide guna meningkatkan kegiatan departemen masing-masing pihak

B). Hard Competency / Kompetensi yang berkaitan dengan fungsi dari suatu pekerjaan karena hal ini berkaitan erat dengan masalah teknis, sehubungan dengan Literatur keilmuan/pengetahuan yang dimilikinya; Misalnya dalam hal Electrical/Mechanical/Construction, dan lain sebagainya.

Seorang Leader harus tau dan mengerti dengan pekerjaannya; baik itu dalam hal pengetahuan dalam bekerja (pekerjaan) dan juga pengetahuan dalam hal tanggung jawab; kasarnya seorang Leader harus mau dan bisa bertanggung jawab atas apa yang telah dia kemukakan berdasarkan keilmuwan yang dia miliki.

Saat ini banyak para Leader yang lepas dari tanggung jawab dan terkadang malah meng-kambing hitamkan para bawahan, mengapa hal tersebut bisa terjadi ? karena minimnya pengetahuan dari sang Leader tersebut, apalagi sang Leader tidak mau ber-Inovasi dan/atau malas dalam menambah dan menimba keilmuan yang dimilikinya sehingga tertinggal oleh kemajuan jaman dan teknologi terkini 😉

Mereka terkadang hanya mengandalkan bawahannya saja, alias TB alias Tau Beres alias Terima Bersih;  masih untung bawahannya pintar dan mau diatur walaupun terkadang ngedumel 😉 Bayangkan kalau bawahannya gak ngerti juga dengan apa yang diperintahkan oleh sang Leader, bisa ribut dah tuh suasana 😉

Walau bagaimanapun juga, seorang Leader harus Kompeten di bidangnya dan juga harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang bahasa kerennya adalah Leadership.

Leadership itu sendiri mempunyai 5 (lima) Level/Tingkatan, yaitu :

  1. Level 1: Highly Capable Individual
  2. Level 2: Contributing Team Member
  3. Level 3: Competent Manager
  4. Level 4: Effective Leader
  5. Level 5: Good-to-Great Leader

Artinya, Level tertinggi terletak pada Good to Great Leader (Level 5); dimana ciri-cirinya bisa terlihat pada Result Oriented atau terfokus kepada hasil kerja. Dimana biasanya yang bersangkutan juga merupakan seorang “Good Executor” dan cenderung bersikap low profile 😉 seperti aku loh, cie….cie….cie; hahahaha….Ups…sorry

Perusahaan haruslah bisa dan mencari orang yang tepat untuk memimpin didalam Team/Dept/Organisasi. Karena seorang Leader yang kompeten haruslah bisa merubah suatu perusahaan menjadi “Great Company” alias Perusahaan yang Besar/Sukses dan Bonafit. Karena semua orang dapat berperan serta didalamnya, termasuk para anggota bawahannya dalam hal menyampaikan pendapat.

Masih ingat dan pernah dengar dengan Istilah 5 W + 1 H = ?

Mari kita lihat dan jabarkan 5W dan 1 H tersebut, dan apa hubungannya dengan Kompetensi dan Leadership:

  1. WHY is it necessary? MENGAPA harus dibutuhkan, atas dasar apa ?
  2. WHAT is its purpose? Harus Jelas tujuannya APA
  3. WHERE should it be done? Tempatnya harus jelas DIMANA
  4. WHEN should it be done? KAPAN waktu yang tepat untuk melakukannya
  5. WHO is best qualified to do it? SIAPA orang yang cocok, jangan asal Pilih; namun Pilah yang baik dari yang terbaik
  6. HOW is “the best way”to do it? BAGAIMANA cara pelaksanaannya.

Suksesnya suatu organisasi dan/ataupun sebuah perusahaan; tergantung dengan siapa pelaksana didalamnya, jadi cari dan temukanlah orang yang tepat, THE RIGHT MAN ON THE RIGHT PLACE AND THE RIGHT TIME.

Leadership

Apakah ANDA, saya dan kita termasuk apa yang diuraikan diatas ? Mau tau jawabannya ?

  1. Ambil sebuah Cermin / Berdirilah didepan Cermin
  2. Lihatlah Cermin tersebut, dan Lihatlah diri Anda
  3. Lalu bertanyalah kepada sang Cermin 😉
  4. You will got the answer from your deeply heart, and it’s real. Who you are exactly 😉

#SAR279