Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


JUJUR ITU HANCUR !

Kata dan kalimat tersebut paling sering kita DENGAR dan kita RASAkan; Bagaimana tidak, terkadang hal itu ada benarnya didalam kehidupan yang fana ini dan itu juga sudah menjadi rahasia dan pembicaraan umum diantara masyarakat kita.

JUJUR ITU HEBAT !

Kata dan kalimat itu juga MENGGEMA diantara kita, dimana kita dianjurkan untuk selalu JUJUR dalam setiap ucapan, tindakan/perbuatan. Artinya adalah jika memang kita berbuat JUJUR, maka kita menjadi orang yang HEBAT dalam artian yang luas.

Lalu, kira-kira seperti apa sebenarnya JUJUR, HEBAT dan HANCUR tersebut ?

Terlalu NAIF terkadang jika kita mau berpikiran OPTIMIS dan/atau PESIMIS atas masalah semuanya, karena ini adalah persoalan DUNIA, dimana semua bisa ber-ASASkan prinsip 3 (tiga) H, yaitu HALAL, HARAM, HAJAR; alias semua bisa dikondisikan untuk kepentingan tertentu bagi sebahagian orang dan/atau kalangan.

Pernahkan kita mendengar, membaca dan/atau melihat suatu peristiwa; dimana ada Pejabat yang Jujur dalam menjalankan pekerjaannya, mengemban AMANAH sebagai seorang pemimpin; Melakukan perbuatan terpuji sesuai dengan Tugas, Kapasitas dan Kewenangannya, namun akhirnya yang bersangkutan ternyata malah di-MUTASIkan dan/atau terkadang di-BERHENTIkan?

Coba deh Flashback kembali, Recall your mind dan/atau tanyakan kepada Mbah Google; pasti Mbah Google akan memberikan berbagai informasi yang kita inginkan, banyak kok contohnya.

Lalu, dimanakah letak HEBAT didalam Kalimat JUJUR ITU HEBAT ?

HEBAT disini dapat diartikan bahwa pejabat tersebut sudah secara HEBAT membuktikan bahwa dirinya adalah seorang Pemimpin/Pimpinan yang AMANAH (Red: Dapat dipercaya, Jujur dan Adil), Walapun tantangannya adalah KARIR yang akan (pasti) TURUN dan/atau terkadang HANCUR.

Apakah Perbuatannya itu SALAH ? sudah tentu TIDAK.

Karena bagi seorang Pejabat/Pemimpin yang sudah mempunyai sifat AMANAH, baginya semua yang di DUNIA hanyalah sebagai tempat Persinggahan semata ; Karena masih ada Episode yang akan kekal dan abadi selamanya.

KEBENARAN BISA DISALAHKAN, TAPI TIDAK BISA DI-KALAHKAN!

  • Sulit memang untuk bisa berbuat baik…….karena akan banyak Rintangan Hambatan, dan itu PASTI
  • Pahit memang untuk berkata dan berbuat JUJUR…….karena terkadang berakibat HANCUR

Namun, ingatlah………………

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَۚ وَيَفۡعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ٢٧

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki (QS Ibrahim:27)

وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسۡوَدَّةٌۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡمُتَكَبِّرِينَ ٦٠

Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri (QS. Al Zumar:60)

Begitu juga di dalam hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta.  Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”

Tulisan/Artikel/Postingan ini BUKAN bersifat MENGHASUT agar kita menjauhi perbuatan/sifat JUJUR, namun agar kita lebih tau dan paham lagi dengan segala perbuatan/tindakan yang akan kita ambil nanti. Setidaknya KITA harus bisa IKHLAS dalam berbuat JUJUR dan juga harus IKHKLAS jika akhirnya harus HANCUR.

Biarlah mereka mengHANCURkan KeJUJURan kita, namun mereka tidak bisa mengHANCURkan KEBENARAN yang suatu saat akan BENAR dan TERBUKTI KEBENARANnya.

#SAR279