Tags

, , , , , , , , ,


Menanti dalam “kecemasan” atas apa yang sudah dilakukan secara KEBERSAMAAN

  • JIKA sang “Penista Agama” akan ditetapkan sebagai “TERSANGKA“, Maka itu Karena TAKDIR ALLAH
  • JIKA sang “Penista Agama” diseret ke meja hijau sebagai “TERDAKWA“, Maka itu juga Karena TAKDIR ALLAH
  • JIKA sang “Penista Agama” akhirnya “diputus” BERSALAH oleh HAKIM, Maka itupun Karena TAKDIR ALLAH
  • JIKA sang “Penista Agama” kemudian “dijebloskan” ke PENJARA / LP, Maka itu juga Karena TAKDIR ALLAH
  • JIKA sang “Penista Agama” Setelah “dijebloskan” ke PENJARA / LP, lalu SAKIT dan/Atau bahkan sampai Meninggal Dunia karena Stress Berat atas perbuatannya, Maka itu semua juga Karena TAKDIR ALLAH, sesuai dengan Garis Hidup yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Pencipta 

Bukankah ALLAH Maha Kuasa

Bukankah ALLAH Maha Besar

Bukankah ALLAH Maha Adil dan Bijaksana

Bukankah ALLAH Lebih mengetahui apa yang terbaik buat Hamba-NYA

Bukankah Hamba-NYA WAJIB untuk Meng-IMANI segala Kekuasaan dan Keputusan ALLAH

Karena ALLAH mempunyai RAHASIA dibalik RAHASIA yang tidak diketahui oleh Manusia biasa

  • Lalu, bagaimana JIKA sang “Penista Agama” ternyata tidak terbukti sebagai “TERSANGKA”
  • Lalu, bagaimana JIKA sang “Penista Agama” tidak sampai “diseret ke meja hijau” untuk dijadikan “TERDAKWA”
  • Lalu, bagaimana JIKA sang “Penista Agama” akhirnya “diputuskan bahwa TIDAK BERSALAH dan BEBAS LEPAS
  • Lalu, bagaimana JIKA sang “Penista Agama” akhirnya kembali menjadi “PENGUASA DAERAH” atas Pilihan Rakyat

BUKANKAH itu semua juga Karena TAKDIR ALLAH ?

BUKANKAH semua juga Karena GARISAN HIDUP yang sudah ditetapkan oleh SANG PENCIPTA ?

Ataukah ALLAH sudah Salah dan Lalai dalam Keputusan-NYA ?

Lalu bagaimana ?

  • Bukankah Hamba-NYA HARUS dan WAJIB untuk Meng-IMANI segala Kekuasaan dan Keputusan ALLAH
  • Bukankah ALLAH mempunyai RAHASIA dibalik RAHASIA yang tidak diketahui oleh Manusia biasa
  • Bukankah ALLAH Lebih mengetahui apa yang terbaik buat Hamba-NYA
  • Ikhlas-kah kita menerima TAKDIR / Keputusan / Garisan yang sudah dibuat oleh SANG PENCIPTA ?
  • Ataukah . . . . . . . . .Kita (manusia) terlalu “angkuh” atas EGO DIRI dan NAFSU DUNIAWI
  • “meng-INGKARI” Takdir Sang ILAHI ?
  • Haruskah kita (manusia) melakukan “DEMO” kepada ALLAH atas “Keputusan dan Takdir” yang DIA berikan kepada sang “penista agama” ?

Semua hanya bisa dijawab oleh HATI NURANI, Ikhlas atau Menolak atas Takdir yang “AKAN” terjadi  nantinya…

Sesuatu yang sudah TERJADI, itu semua karena ALLAH

Sesuatu yang belum terjadi dan akan TERJADI juga semua karena ALLAH

#Takdir

#SemogaSangPenistaAgamaSEGERAmendapatkanHidayahNYA

 

@SAR279