Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Kata “PAJANGAN” menurut KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut;

memajangkan/me·ma·jang·kan/ v menempatkan (mengatur) secara rapi barang dagangan, karya seni, dan sebagainya untuk dipamerkan (di etalase, ruang pamer, dan sebagainya);

pajangan/pa·jang·an/ n 1 sesuatu yang digunakan untuk menghiasi gedung (jalan, kota, dan sebagainya); 2 barang dagangan yang dipamerkan di etalase; 3 pelaminan; puadai;

pemajang/pe·ma·jang/ n 1 orang yang memajang; 2 alat untuk memajang;

pemajangan/pe·ma·jang·an/ n 1 proses, cara, perbuatan memajang; 2 pelaminan; puadai

“MALING” atau “PENCURI” adalah sebuah kata berhawa negatif, yaitu suatu perbuatan yang tercela yang diperuntukkan (SUBJEK) bagi masyarakat golongan rendah Menengah Kebawah. Dimana akibat dari perbuatannya “JIKA” tertangkap basah; maksudnya tertangkap tangan oleh Masyarakat si PENCURI atau si MALING akan menjadi “BULAN-BULANAN”…..(Catet, Bulan-Bulanan, BUKAN Datang Bulan, Okay) dan bahkan terkadang menjadi “PAJANGAN”  di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berlangsung. Maksud PAJANGAN disini adalah, di-PERTONTONKAN kepada Masyarakat Luas dengan berbagai alasan; Apakah supaya Masyarakat luas tau bahwa si A adalah PENCURI/MALING dan/atau memang sengaja diperlakukan sedemikian rupa agar menjadi malu karena perbuatannya diketahui oleh Masyarakat Luas sehingga si PENCURI/MALING akan JERA dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Apakah cara tersebut Logis dan bisa menjadikan efek jera bagi si pelaku ? Walaupun belum dan/atau tidak ada Survey alias Penelitian akan hal itu, namun PEMAJANGAN (PAJANG) bagi seorang “MALING” atau “PENCURI” sudah menjadi Trend tersendiri didalam masyarakat saat ini dan bahkan bisa dibilang menjadi “HUKUM KEBIASAAN” atas Main Hakim sendiri bagi Masyarakat kita.

Lalu bagaimana halnya jika seorang KORUPTOR yang sudah melakukan KORUPSI dan Tertangkap Basah, eh Tertangkap Tangan? Kira-kira jika dilakukan “PEMAJANGAN” di depan Masyarakat Umum apakah Boleh dan Pantas ? Supaya semua Masyarakat tau, setidaknya gimana gitu. Kira-kira bagaimana ya? Kalau Boleh, Alasannya apa ? Kalau Tidak Boleh, Alasannya kenapa ? Toh Antara “MALING” atau “PENCURI” dan/atau “KORUPTOR yang KORUPSI” adalah sama-sama manusia juga ?

JIKA seorang “KORUPTOR yang KORUPSI” di-PAJANG pasti Cakep dah, otomatis menjadi Selebritis dan menjadi Viral kekinian dan Trend di Dunia Maya. Namun nampaknya dah basi deh, plus Ora Ngaruh tuh. Perasaan para “KORUPTOR yang KORUPSI” masih bisa “senyam-senyum” di depan kamera sambil melambaikan tangan dan seolah menyapa dunia seakan berkata…”Hai Mas Bro, Doakan saya yaaa 😉 …”

JIKA kasus RACUN dalam sebuah Persidangan di PERTONTONKAN secara LIVE (Langsung) laksana Drama Sinetron yang hampir tiada berseri, PASTIlah kasus “KORUPTOR yang KORUPSI” akan menjadi Trend Viral tersendiri jika di PERTONTONKAN dan menjadi PAJANGAN secara LIVE (Langsung), Dijamin TOP BANGET so pasti. Hitung-hitung sekalian membantu para “KORUPTOR yang KORUPSI” agar lebih menjadi Selebriti terkini, Amiin deh… 😉 !

@SAR279