Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,


Mbak Mas Bro, Jangan ngomong ngalor ngidul dulu deh tentang LOYALITAS dalam bekerja; Jangan ngomong banyak seolah sudah paham betul tentang LOYALITAS demi atasan dan/atau perusahaan, Sabar…Sabar Mas Bro; Ojo kesusu alias Don’t to Milk 😉  dalam menafsirkan arti dari sebuah kata ‘LOYALITAS

Ini sedikit-sedikit ngomong LOYALITAS, Bla…Bla…Bla ! BASI dan BACRIT alias Banyak Cerita ente Mbak Mas Bro.
Dalam Hubungan Ketenagakerjaan yang diikat dalam sebuah Perjanjian Kerja, Tidak ada dan/atau tidak dikenal yang namanya LOYALITAS dalam bekerja; apalagi jika Karyawan harus dituntut untuk LOYAL kepada sang Atasan dan/atau Perusahaan.

Begini Mas Mbak Bro, ada beberapa pengertian tentang LOYALITAS; antara lain:

  1. Menurut Oxford Dictionary, LOYALITAS adalah Giving or showing firm and constant support or allegiance to a person or institution. Memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi.
  1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Bahwa Loyalitas adalah sebagai kepatuhan atau kesetiaan. (http://kbbi.web.id/loyalitas)

Atasan dan/atau Perusahaan pastilah menginginkan para karyawannya (Bahkan HARUS) loyal terhadap mereka. Namun banyak yang salah kaprah dan/atau salah menafsirkannya, Karena seringkali LOYALITAS ditafsirkan dengan Waktu, Tenaga dan Pikiran sang Karyawan untuk bekerja tanpa (mengharapkan) imbalan apapun dari perusahaan.

Ingat Mas Mbak Broo, Bahwa didalam Hubungan Kerja yang diikat dalam suatu Perjanjian Kerja, disana mengatur tentang Jam dan Hari Kerja serta Upah yang layak bagi pekerja itu sendiri. Jika ada istilah NO WORK NO PAY, maka ingatlah IF More than 40 hours per weeks; Kelebihannya adalah HAK Karyawan (LEMBUR) yang harus dibayarkan oleh Atasan dan/atau Perusahaan.

Bekerja sampai larut malam, itu bukan tentang LOYALITAS lagi loh Mas Mbak Bro, Ingat…….Bahwa disana ada Upah lembur bagi Karyawan (dibawah Supervisi/Penyelia) yang HARUS dibayarkan sesuai dan berdasarkan Aturan Ketenagakerjaan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Tiap Hari lembur juga sesuatu hal yang HARUS dipertanyakan, WHY and HOW COME ? Kok bisa ? Apa, dimana dan Siapa yang salah ?

Karyawan (BERUSAHA UNTUK) LOYAL dengan aturan yang ada dan meyakini bahwa semuanya demi kelancaran dan/atau kebaikan aktivitas perusahaan tanpa ada keterpaksaan akan adanya Sanksi jika dilanggar. Begitu juga halnya dengan Jabatan dan Pekerjaan yang diberikan kepada Karyawan, LOYALITAS itu akan timbul secara otomatis (BIASANYA) Karena dia merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap Jabatan dan pekerjaannya

Banyak hal penyebab Karyawan tidak LOYAL kepada sang Atasan dan/atau Perusahaan, misalnya:

  • Upah yang kurang dan/atau tidak layak, NAMUN secara jelas sudah melanggar aturan main
  • Hubungan yang tidak baik dengan atasan, ya mungkin sang atasan terlalu Over dan/atau “killer” dengan aturan yang terkesan “dipaksakan
  • Atasan / Perusahaan tidak memperhatikan apalagi memberikan penghargaan (Reward dan/atau Appreciation) kepada karyawan. Hari gini gak ada penghargaan, Heloooooo…….Yuhuuu… !!! We are not talking about How Much Money, Broo !
  • Turunnya Produktivitas dan/atau hasil kerja secara perlahan dan Drastis. Antara Mesin dan/atau Operator kan penyebabnya ? Coba mikir….! Siapa yang mau dan bisa disalahkan ?
  • Jumlah Kehadiran Menurun dan/atau Keterlambatan yang tinggi. Hayo…Gak mungkin toh Karyawan malas-malasan masuk kerja kalau gak ada “sesuatu” yang bermasalah dan itu harus dicari tau penyebabnya, walaupun the ending topic is stil the money and othersJ
  • Turn Over yang tinggi alias Karyawan pada “ngungsi” alias “hijrah” alias “pindah kelain hati” ? Guess what ? Ngerti kan maksudnya ?

Lalu bagaimana mensikapinya ? Kira-kira Berani ngomong dan berkomentar kepada Atasan dan/atau Perusahaan, gak ?

(BIASANYA) beberapa Karyawan jarang dan (PADA UMUMNYA) tidak berani untuk mengambil resiko “berkomentar negatif walaupun sifatnya membangun” kepada sang Atasan dan/atau Perusahaan. Mengapa ? Karena adanya “RASA CEMAS dan/atau RASA TAKUT” yang berlebihan, JIKA suatu saat nanti mereka akan di PECAT dan merasa kesulitan untuk mencari dan/atau mendapatkan pekerjaan yang baru. Finally, the employee akan “terkurung dan/atau terkungkung” dalam Kecemasan dan “keterpaksaan” and so on alias seterusnya ya begitu………sing penting nrimo gaji waelah liane ora urus!

Bagi Karyawan yang berani mengambil resiko, mereka tetap ngomong APA ADANYA dan bukan ADA APANYA, walaupun terkadang (BANYAK) akan berujung kepada “pemecatan” dan/atau Sang Karyawan yang akan (RESIGN) meninggalkan Atasan dan perusahaannya karena sesuatu hal yang memang perlu dipertanyakannya !

Ingat Mas Mbak Bro, and once again………! kalo Kerja sampe larut malam…….Itu bukan LOYAL ya 😉 semua harus ada Imbalannya and It’s not free, guys ! Harus ada Feedback dan/atau Imbal balik dari Karyawan dan/atau perusahaan dan begitupula sebaliknya.

LOYALITAS ITU BUKAN GRATISAN LOH?

#SAR279

#daripadamumetkerja